Artikel

Beranda / Artikel / Perihal Hak Asuh / Hak Pemeliharaan Anak

Perihal Hak Asuh / Hak Pemeliharaan Anak

Perihal Hak Asuh / Hak Pemeliharaan Anak

 

Ketika bercerai, salah satu perkara yang biasanya menjadi sengketa adalah hak asuh. Hak asuh ini berkaitan dengan apakah setelah bercerai anak ikut ayah atau ikut ibu, mengingat ayah dan ibu akan berpisah dan tidak tinggal bersama lagi.

Sebenarnya dalam gugatan cerai ada beberapa pilihan mengenai hak asuh. Pilihan pertama adalah tidak dicantumkan di dalam gugatan cerai. Jadi didalam gugatan cerai, isi gugatan hanya fokus pada perceraian saja yaitu untuk memutuskan ikatan pernikahan antara suami dengan istri.

Hal ini bermakna hak asuh tidak akan jatuh ke salah satu pihak, tetapi anak akan tetap diurus bersama ayah dan ibu, walaupun nantinya bercerai, dengan suasana kekeluargaan dan pengambilan keputusan tentang anak bersifat musyawarah mufakat.

Kedua gugatan hak asuh dimasukkan di dalam gugatan cerai, jadi di dalam gugatan cerai ada dua muatan yaitu untuk memutuskan ikatan pernikahan dan untuk memiliki hak asuh anak.

Hak asuh ini berbeda dengan nafkah anak, jika hak asuh ini bisa ke pihak ayah atau ke pihak ibu, nafkah anak tetap mutlak adalah kewajiban ayah. Jadi ketika bercerai, jika anak masih dibawah umur, anak wajib dinafkahi oleh ayah, diberi pendidikan dan dijamin kesehatannya sampai anak mandiri/dewasa.

Secara umum, untuk anak dibawah usia 12 tahun hak asuhnya masuk ke ibu, kecuali ada kondisi-kondisi khusus dimana ibu dianggap tidak bisa mendukung tumbuh kembang anak dengan baik. Dalam kasus tersebut hak asuh bisa diberikan kepada ayah.

Untuk anak di usia 12 tahun ke atas, dia dianggap sudah bisa menentukan pilihan sehingga dibebaskan memilih mau ikut ibu atau ikut ayahnya.

Jika butuh konsultasi lebih lanjut dan detail mengenai hak asuh, bisa konsultasi ke 0821 3927 2337